Di Indonesia banyak sekali sekolah -sekolah yang belum
mengetahui bagaimana cara menangani anak ADHD disekolah mereka, ada juga
sebagian sekolah yang menerima satu atau dua dari anak ADHD, AUTISME, atau
gangguan mental lainnya disekolah, secara tidak langsung, mau tidak mau guru
harus bisa menanganinya dengan baik tanpa sedikit membedakannya dari anak
lainnya, terkadang guru merasa sangat kesulitan menangani anak tersebut, maka
dari itu sekolah membutuhkan shadow teacher atau guru khusus untuk menangani
anak tersebut, tentunya adanya shadow teacher membutuhkan dukungan dari
sekolah, banyak sekolah yang merasa terbebani dengan adanya shadow teacher,
mungkin karena factor dana atau factor lainnya.
Menurut studi banding, hasil penelitian menunjukkan
bahwa konsentrasi belajar pada anak ADHD ditampakkan dengan perilaku tidak
mendengarkan perintah guru, sering melihat teman – temannya, melakukan kegiatan
lain diluar kegiatan sekolah, suka mengganggu teman. Model bimbingan belajar
yang diterapkan di SDN V babatan Surabaya dan islam terpadu Surabaya ialah
terapis memberikan terapi okupasi, konsentrasi, perilaku dan afeksi atau
emosi. Terapis memberikan pelatihan
kepada guru kelas, shadow, dan orangtua untuk membimbing dan mendampingi,
subjek ADHD dalam belajar. Kerjasama yang baik antara orang tua, guru kelas,
terapis, dan shadow dalam memberikan penanganan dan bimbingan belajar pada anak
ADHD mampu mengontrol perilaku hiperaktif dan konsentrasi belajar anak ADHD.
Dengan demikian, untuk kesempatan ini saya akan
membahas tentang bagaimana penanganan anak ADHD didalam sekolah.
Kesalahan mendasar dalam penanganan ADHD adalah
sebagai suatu diagnosis. Sesungguhnya ADHD bukanlah suatu penyakit dan beberapa
gangguan sehingga tidaklah tepat dalam pemberian obat atau pendekatan yang sama
kepada anak tersebut tanpa mengalami terlebih dahulu gangguan atau penyakit yang melatar belakanginya,
karena perlu diketahui ADHD tidak dapat di sembuhkan, tetapi dapat dikurangi
gejalanya, seperti dengan terapi, obat, lingkungan, lingkungan meliputi 3 hal
yaitu :
1. Rumah
Beberapa yang
dapat dilakukan dirumah adalah pengaturan waktu, ruangan untuk melakukan
aktivitas, dan mungkin tempat untuk anak jika ingin menyendiri.
2. Sekolah
Adapun beberapa
yang perlu diperhatikan disekolah misalnya ruang kelas serta kerjasama dan
perhatian guru. Misalnya dengan membuatkan kartu yang berisi kegiatan anak
dalam satu hari berserta dengan keterangan apakah ia sudah melakukan dengan
baik.
3. Teman
Yang perlu diperhatikan
dengan teman adalah dengan cara mengawasi permainnya, misalnya mencari tahu apa
yang akan ia mainkan dan berapa jumlah temannya. Untuk menghindari agar anak berpasangan
diusahakan agar teman yang ada setidaknya tiga orang atau berjumlah ganjil.
Ajarkan juga kemampuan yang belum dikenal.
4. Perubahan
tingkah laku
Ada tiga langkah
untuk mengubah tingkah laku, yaitu :
a. Uraikan
masalah dengan cara positif : jangan menyebut persoalannya, tetapi katakan apa
yang kita inginkan. Berikan contoh yang baik.
b. Tentukan
tujuan yang dapat dicapai : ketika menguraikan cara dengan positif sebaiknya
sudah menentukan tujuan yang ingin dicapai.
c. Berkerjalah
sesuai dengan tujuan : anak adhd akan memberikan reaksi jika diberi
penghargaan, pujian, atau hadiah. Berikan dia pujian sesering mungkin meskipun
mereka belum mencapai apa yang kita inginkan.
Apapun bentuk penanganan yang dipilih, dengan atau
tanpa obat, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah menerima dan memahami
kondisi anak. Orang tua dan pendidik perlu memahami bahwa tingkah laku si anak
yang tidak pada tempatnya didasari oleh keterbatasan dan gangguan yang ia
alami.
- Cara mengajar siswa ADHD
1) Memulai
pelajaran
a. Beri
tanda bahwa pelajaran akan dimulai dengan bunyi / suara yang jelas, misalnya
bel atau lonceng.
b. Buat
daftar kegiatan pelajaran di papan.
c. Saat
akan memulai, terangkan pada siswa mengenai hal – hal yang dipelajari dan
harapan guru. Katakana dengan jelas materi apa saja yang mereka perlukan.
a. Buatlah
petunjuk terstruktur sesederhana mungkin.
b. proses
kecepatan penyampaian materi dan masukan jenis kegiatan yang berbeda – beda.
c. Gunakan
alat peraga. Grafik, dan alat bantu visual lain.
d. Buatlah
isyarat harus dengan anak ADHD berupa sentuhan dibahu atau menempelkan pesan
dibangku untuk mengingatkan siswa untuk tetap focus pada tugas.
e. Beri
anak ADHD kesempatan untuk sering istirahat.
f.
Biarkan anak ADHD meremas
bola lunak atau mengetuk – ngetuk sesuatu yang tidak berisik sebagai pelepasan
energi.
g. Jangan
menyuruh anak ADHD menjawab pertanyaan atau tampil didepan kelas / didepan
banyak orang karena itu sulit baginya.
3 ) Mengakhiri
pelajaran
a. Ringkas
semua poin penting.
b. Jika
memberi tugas, suruhlah tiga orang siswa mengulangi / mengatakan kembali apa
tugas tersebut, kemudian suruh seluruh kelas mengulanginya lagi, dan tulis di
papan tulis.
c. Spesifiklah
mengenai apa yang harus dibawa pulang.
Adalah tugas guru untuk
mengajar dan mendidik anak – anaknya
dengan baik agar mereka dapat mandiri suatu saat nanti.
Guru adalah orang tua kedua bagi siswa yang diharapkan
mampu untuk memotivasi hidup siswa, terutama dalam hal belajar. Siswa
berkebutuhan khusus, dalam hal ini penderita adhd, memiliki hak yang sama
dengan siswa lain untuk memperoleh Pendidikan agar dapat menyongsong masa
depan.
Oleh karena itu, guru juga diharapkan mampu untuk
mengajar dan mendidik siswa yang berkebutuhan khusus, sama halnya seperti siswa
lainnya.
Demikian
semoga bermanfaat…..😆😃😃
Sumber
·
Azmir, Via. 2015. A Gift:
Anak Hiperaktif Yogyakarta: Rapha Publishing.
·
Baihaqi dan Sugiarmin.
2006. Memahami dan Membantu Anak ADHD ( Bandung: Refika Aditama.
·
Rahayu, Astri. 2015.
Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menangani Hiperaktivitas pada anak
ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder ) untuk Meningkatkan Kemampuan
Bersosialisasi siswa SLB-E Prayuwana Yogyakarta.
·
P, dayu. 2012. Mendidik
anak ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) hal – hal yang tidak
bisa dilakukan obat jogjakarta: javalitera,
·
Patternotte, Arga dan Jan
Buittellar. 2010, ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder ) Gejala,
diagnosis, Terapi, Serta Penangangannya dirumah dan disekolah. Terjemahan Julia
maria van tiel, Jakarta: prenada.
·
Purtranto, Bambang. 2015,
Tips Menangani Siswa Yang Membutuhkan Perhatian Khusus Ragam Sifat dan Karakter
Siswa Special dan Cara Menanganinya Yogyakarta: Diva press.
·
Ayu, Dr. Najlatun, Drs.H.
sutijono,Dra. Hermien: Studi Kasus Tentang Konsentrasi Belajar Pada anak ADHD (
Attention Deficit and Hyperactivity Disorder).


