Kamis, 30 Januari 2020


PENANGANAN ANAK ADHD DISEKOLAH
                                   
           Apa itu ADHD ( Attention deficit hyperactivity disorder ) ? ADHD ( Attention deficit hyperactivity disorder ) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak – anak hingga menyebabkan aktivitas anak – anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Bisa di katakan juga anak yang sangat istimewa yang secara mental berbeda dengan anak yang normal. Tentunya butuh penanganan khusus dan sekolah yang mendukung anak ADHD itu sendiri. contohnya seperti di sediakannya shadow teacher kemudian media-media yang mendukung dan tidak adanya perbedaan pendekatan dari seorang guru ke muridnya. Untuk itu di sini saya akan berbagi tentang bagaiamana penanganan yang tepat untuk anak ADHD dan untuk sekolah-sekolah agar anak ADHD dapat bergaul dengan anak normal tanpa adanya perbedaan dari pihak sekolah dan sosial.
Di Indonesia banyak sekali sekolah -sekolah yang belum mengetahui bagaimana cara menangani anak ADHD disekolah mereka, ada juga sebagian sekolah yang menerima satu atau dua dari anak ADHD, AUTISME, atau gangguan mental lainnya disekolah, secara tidak langsung, mau tidak mau guru harus bisa menanganinya dengan baik tanpa sedikit membedakannya dari anak lainnya, terkadang guru merasa sangat kesulitan menangani anak tersebut, maka dari itu sekolah membutuhkan shadow teacher atau guru khusus untuk menangani anak tersebut, tentunya adanya shadow teacher membutuhkan dukungan dari sekolah, banyak sekolah yang merasa terbebani dengan adanya shadow teacher, mungkin karena factor dana atau factor lainnya.

                       
Menurut studi banding, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi belajar pada anak ADHD ditampakkan dengan perilaku tidak mendengarkan perintah guru, sering melihat teman – temannya, melakukan kegiatan lain diluar kegiatan sekolah, suka mengganggu teman. Model bimbingan belajar yang diterapkan di SDN V babatan Surabaya dan islam terpadu Surabaya ialah terapis memberikan terapi okupasi, konsentrasi, perilaku dan afeksi atau emosi.  Terapis memberikan pelatihan kepada guru kelas, shadow, dan orangtua untuk membimbing dan mendampingi, subjek ADHD dalam belajar. Kerjasama yang baik antara orang tua, guru kelas, terapis, dan shadow dalam memberikan penanganan dan bimbingan belajar pada anak ADHD mampu mengontrol perilaku hiperaktif dan konsentrasi belajar anak ADHD.

 Dengan demikian, untuk kesempatan ini saya akan membahas tentang bagaimana penanganan anak ADHD didalam sekolah.
Kesalahan mendasar dalam penanganan ADHD adalah sebagai suatu diagnosis. Sesungguhnya ADHD bukanlah suatu penyakit dan beberapa gangguan sehingga tidaklah tepat dalam pemberian obat atau pendekatan yang sama kepada anak tersebut tanpa mengalami terlebih dahulu gangguan  atau penyakit yang melatar belakanginya, karena perlu diketahui ADHD tidak dapat di sembuhkan, tetapi dapat dikurangi gejalanya, seperti dengan terapi, obat, lingkungan, lingkungan meliputi 3 hal yaitu :
1.      Rumah
Beberapa yang dapat dilakukan dirumah adalah pengaturan waktu, ruangan untuk melakukan aktivitas, dan mungkin tempat untuk anak jika ingin menyendiri.
2.      Sekolah
Adapun beberapa yang perlu diperhatikan disekolah misalnya ruang kelas serta kerjasama dan perhatian guru. Misalnya dengan membuatkan kartu yang berisi kegiatan anak dalam satu hari berserta dengan keterangan apakah ia sudah melakukan dengan baik.
3.      Teman
Yang perlu diperhatikan dengan teman adalah dengan cara mengawasi permainnya, misalnya mencari tahu apa yang akan ia mainkan dan berapa jumlah temannya.  Untuk menghindari agar anak berpasangan diusahakan agar teman yang ada setidaknya tiga orang atau berjumlah ganjil. Ajarkan juga kemampuan yang belum dikenal.
4.      Perubahan tingkah laku
Ada tiga langkah untuk mengubah tingkah laku, yaitu :
a.       Uraikan masalah dengan cara positif : jangan menyebut persoalannya, tetapi katakan apa yang kita inginkan. Berikan contoh yang baik.
b.      Tentukan tujuan yang dapat dicapai : ketika menguraikan cara dengan positif sebaiknya sudah menentukan tujuan yang ingin dicapai.
c.       Berkerjalah sesuai dengan tujuan : anak adhd akan memberikan reaksi jika diberi penghargaan, pujian, atau hadiah. Berikan dia pujian sesering mungkin meskipun mereka belum mencapai apa yang kita inginkan.
Apapun bentuk penanganan yang dipilih, dengan atau tanpa obat, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah menerima dan memahami kondisi anak. Orang tua dan pendidik perlu memahami bahwa tingkah laku si anak yang tidak pada tempatnya didasari oleh keterbatasan dan gangguan yang ia alami.
                       

  •  Cara mengajar siswa ADHD

1)      Memulai pelajaran
a.       Beri tanda bahwa pelajaran akan dimulai dengan bunyi / suara yang jelas, misalnya bel atau lonceng.
b.      Buat daftar kegiatan pelajaran di papan.
c.       Saat akan memulai, terangkan pada siswa mengenai hal – hal yang dipelajari dan harapan guru. Katakana dengan jelas materi apa saja yang mereka perlukan.
d.      Bangun kontak mata dengan siswa penderita adhd.
2)      Saat belajar
a.       Buatlah petunjuk terstruktur sesederhana mungkin.
b.      proses kecepatan penyampaian materi dan masukan jenis kegiatan yang berbeda – beda.
c.       Gunakan alat peraga. Grafik, dan alat bantu visual lain.
d.      Buatlah isyarat harus dengan anak ADHD berupa sentuhan dibahu atau menempelkan pesan dibangku untuk mengingatkan siswa untuk tetap focus pada tugas.
e.       Beri anak ADHD kesempatan untuk sering istirahat.
f.        Biarkan anak ADHD meremas bola lunak atau mengetuk – ngetuk sesuatu yang tidak berisik sebagai pelepasan energi.
g.      Jangan menyuruh anak ADHD menjawab pertanyaan atau tampil didepan kelas / didepan banyak orang karena itu sulit baginya.
3 )      Mengakhiri pelajaran
a.       Ringkas semua poin penting.
b.      Jika memberi tugas, suruhlah tiga orang siswa mengulangi / mengatakan kembali apa tugas tersebut, kemudian suruh seluruh kelas mengulanginya lagi, dan tulis di papan tulis.
c.       Spesifiklah mengenai apa yang harus dibawa pulang.
Adalah tugas guru untuk mengajar dan mendidik anak – anaknya  dengan baik agar mereka dapat mandiri suatu saat nanti.
Guru adalah orang tua kedua bagi siswa yang diharapkan mampu untuk memotivasi hidup siswa, terutama dalam hal belajar. Siswa berkebutuhan khusus, dalam hal ini penderita adhd, memiliki hak yang sama dengan siswa lain untuk memperoleh Pendidikan agar dapat menyongsong masa depan.
Oleh karena itu, guru juga diharapkan mampu untuk mengajar dan mendidik siswa yang berkebutuhan khusus, sama halnya seperti siswa lainnya.
Demikian semoga bermanfaat…..😆😃😃





Sumber
·         Azmir, Via. 2015. A Gift: Anak Hiperaktif Yogyakarta: Rapha Publishing.
·         Baihaqi dan Sugiarmin. 2006. Memahami dan Membantu Anak ADHD ( Bandung: Refika Aditama.
·         Rahayu, Astri. 2015. Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menangani Hiperaktivitas pada anak ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder ) untuk Meningkatkan Kemampuan Bersosialisasi siswa SLB-E Prayuwana Yogyakarta.
·         P, dayu. 2012. Mendidik anak ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) hal – hal yang tidak bisa dilakukan obat jogjakarta: javalitera,
·         Patternotte, Arga dan Jan Buittellar. 2010, ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder ) Gejala, diagnosis, Terapi, Serta Penangangannya dirumah dan disekolah. Terjemahan Julia maria van tiel, Jakarta: prenada.
·         Purtranto, Bambang. 2015, Tips Menangani Siswa Yang Membutuhkan Perhatian Khusus Ragam Sifat dan Karakter Siswa Special dan Cara Menanganinya Yogyakarta: Diva press.
·         Ayu, Dr. Najlatun, Drs.H. sutijono,Dra. Hermien: Studi Kasus Tentang Konsentrasi Belajar Pada anak ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder).